Takdir dan Locus of Control Dalam Psikologi



Seorang teman dalam obrolan daring mengirim balasan, "Saya semakin merasa bahwa tidak ada yang namanya "takdir". Yang ada hanyalah Anda dan apa yang Anda lakukan, serta tindakan yang Anda ambil."

Menurut pandangan teman saya tersebut bahwa takdir hanyalah cara untuk menyerahkan tanggung jawab atas apa yang terjadi kepada sesuatu di luar diri kita. Karena itu sedikit lebih masuk akal daripada menyadari bahwa Anda hanya hidup sebagai wayang dengan bayaran rendah dan peran kecil dalam kekacauan dunia yang besar yang tidak berpotensi menjadi lebih baik dari apa yang ada saat ini.

Akan tetapi, ada yang perlu kita fahami bahwa dalam psikologi, ada konsep Locus of Control (Lokus Kendali) yang pada dasarnya adalah apa yang bisa kita kendalikan, lalu hal hal apa yang bisa kita pengaruhi, dan kemudian hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Misalnya, saya bisa memengaruhi kemungkinan saya tidak akan mengalami kecelakaan mobil dengan mengemudi dengan aman, tetapi orang lain tetap bisa melanggar aturan dan menabrak saya meskipun saya sudah melakukan segalanya dengan benar. Kemudian saya sama sekali tidak bisa mengendalikan cuaca, saya juga tidak bisa menghentikan gempa bumi.

Banyak orang akhirnya mengalami masalah karena mereka memiliki konsep yang keliru tentang apa yang dapat mereka kendalikan dan apa yang tidak dapat mereka kendalikan dalam kedua hal tersebut. (Entah mengambil tanggung jawab dan merasa bersalah atas hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan, atau tidak pernah mengambil tanggung jawab).

Dalam hal ini, Saya mencoba bersikap logis tentang hal itu, dan bahkan jika saya tidak dapat memperbaiki hal inti yang ingin saya ubah, saya dapat mencoba memiliki pola pikir yang sehat dan berkembang seputar hal-hal yang dapat saya ubah.

Singajaya 2 Oktober 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebenaran yang Pahit

Media Sosial: Terhubung Namun Kesepian

Memahami Empati dan Tingkatannya