Kebebasan Manusia

 

Ketika kita berbicara tentang pendidikan manusia, maka kita harus membayangkan semua sisi yang akan dilalui oleh setiap orang selama keberadaannya di dunia ini. Dalam banyak kesempatan, sebagian besar orang mengaitkan pendidikan hanya dengan bidang atau tempat akademis saja, yakni sekolah, SMA, atau Universitas. Akan tetapi, tidaklah demikian. Sebab, proses pendidikan itu berlangsung di setiap detik kehidupan kita.

Salah satu perbuatan yang paling berharga bagi umat manusia adalah memanfaatkan kemegahan kebebasannya. Oleh karena itu, jika kita menganggap kebebasan sebagai senjata paling penting untuk meraih kebahagiaan, maka kita harus belajar untuk bertanggung jawab atasnya, dengan kata lain, kita harus mulai menghargai kriteria kebebasan orang lain, karena kemajemukan pikiran manusia membuat kita mencerminkan kriteria kebebasan yang berbeda-beda dari orang-orang di sekitar kita.

Bila ditanya apa itu kebebasan, kita akan langsung berpikir tentang tidak terisolasi dari orang lain dalam situasi kehidupan tertentu. Akan tetapi, pada titik tertentu kita mengisolasi diri dari dunia luar agar tampak bebas di dalam batin kita. Jadi, semuanya bergantung pada apa yang ingin kita lakukan di waktu tertentu.

Di bidang politik, warga negara sering menggunakan istilah kebebasan, namun kebebasan akan selalu dikaitkan dengan norma-norma yang ditetapkan atau tertulis melalui undang-undang. Untuk memanfaatkan kebebasan sosial dengan baik, kita harus mendidik diri kita sendiri dengan semua aturan hidup berdampingan ini, yang telah ditetapkan dalam masyarakat kita jauh sebelum kita lahir. Kemudian, saat lahir, kebebasan kita dikondisikan pada prinsip-prinsip hidup berdampingan.

Akan tetapi, sebagai manusia kita menyesuaikan diri dengan setiap norma yang telah ditetapkan dan kita belajar untuk mengambil manfaat terbaik dari setiap hukum, dalam setiap ruang di mana kita berada, akan ada norma-norma yang menurut prasangka kita akan menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi kepentingan atau ambisi pribadi kita, untuk itu peran besar mendidik diri kita dalam semua arti kehidupan.

Pikiran kita itu luas, sesuai dengan keinginan kita. Kalau kita mau memanfaatkan kebebasan itu secara maksimal, kita harus mendidik diri kita sendiri untuk itu. Mungkin kadang ada orang yang berusaha membatasi prinsip alami kita tentang kebebasan dalam segala hal. Namun, kalau kita dididik dan dibesarkan dengan benar, mereka tidak akan bisa membatasi keinginan kita untuk menjadi orang sukses atau orang bahagia.

Kebebasan merupakan konsep universal dan kita harus bertanggung jawab dalam penggunaannya, jangan pernah berpura-pura bahwa satu-satunya alasan untuk kebebasan adalah yang memuaskan diri kita sendiri, saya pikir ketika kita memahami prinsip penting melalui pendidikan kita dalam setiap pengertian, maka, kita akan memanfaatkan dengan baik setiap kriteria kebebasan yang kita miliki dalam pikiran kita.

Kebebasan khusus yang sesungguhnya bagi setiap orang hanya diketahui oleh orang itu sendiri, melampaui kebebasan kolektif atau individual yang dimaksud ketika kita tidak terkurung atau terisolasi, tetapi kebebasan hakiki manusia yang mendorongnya untuk meraih keberhasilan dan yang terutama, untuk menjadi sebahagia mungkin.


Garut 2024


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebenaran yang Pahit

Media Sosial: Terhubung Namun Kesepian

Memahami Empati dan Tingkatannya