Seumpama Pohon

 

Saya akan mengambil contoh dari pohon sebagai cerminan kehidupan. Pohon yang berbuah lebat akan membungkuk ke bawah. Dan sebaliknya pohon yang tidak berbuah akan berdiri tegak menunjuk ke atas. 

Dalam kehidupan yang kita jalani ini dengan berbagai kelemahan dan kelebihan yang kita miliki, sudah sepantasnya kita tetap tunduk dengan rendah hati. 

Akar merupakan bagian yang sangat penting dalam menopang pohon, tetapi akar ini tidak perlu keluar dan tetap berada di dalam tanah. Dalam perjalanan hidup, kita harus berusaha dan berjuang untuk menundukkan kesombongan dan keangkuhan.

Ketika seseorang menjalani aktivitas hidupnya dengan rendah hati, biasanya orang tersebut sudah dewasa rohaninya. Jangan sampai kita merendahkan dan meremehkan orang lain, karena kalau kita sudah terbiasa merendahkan orang lain, suatu saat kita sendiri yang akan dipermalukan dan dihina oleh orang lain.

Kerendahan hati sebagai pemahaman mendalam akan keterbatasan diri, bahwa kita hanyalah makhluk yang memiliki keterbatasan, bukan pencipta. Kekuatan batin akan benar-benar muncul sebagai pengganti jika kita menekan egoisme dan kesombongan.

Jika bunga dalam diri kita ingin mekar, maka kita harus menyingkirkan duri dan semak yang tumbuh di sekitarnya.


Garut 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebenaran yang Pahit

Media Sosial: Terhubung Namun Kesepian

Memahami Empati dan Tingkatannya